Mengenal Sosok Seorang Muslim ‘Bangun’ Gereja Raksasa

banner 120x600

BANDA ACEH — Katedral Our Lady of Arabia di Bahrain terus menjadi pusat perhatian publik. Gereja Katolik tersebut, yang diresmikan pada tahun 2021, dibangun di atas tanah hibah seluas 9.000 meter persegi pemberian seorang muslim, Hamad bin Isa al-Khalifah.

Proyek pembangunan Gereja Raksasa tersebut memakan waktu delapan tahun dan mampu menampung hingga 2.300 jemaah.

Go Atjeh Go Atjeh Go Atjeh

Menurut Hamad yang merupakan Raja Bahrain, pendirian katedral ini merupakan simbol komitmen Kerajaan Bahrain dalam menjunjung toleransi dan keterbukaan beragama.

“Kerajaan Al-Khalifa memiliki tradisi panjang dalam merawat toleransi beragama dan mendorong dialog antaragama,” ujarnya seperti dilaporkan Vatikan News pada Kamis (3/4/2025).

Raja Hamad bin Isa al-Khalifah telah memimpin Bahrain sejak 2002. Ia naik takhta menggantikan ayahnya, Sheikh Isa bin Salman Al Khalifah, yang meninggal pada tahun yang sama. Sejak itu, ia menyandang gelar raja, menandai babak baru kepemimpinan di negara teluk tersebut.

Sebelum resmi jadi Raja, pada 2002 Hamad mengumumkan konstitusi baru yang menyatakan Bahrain sebagai monarki konstitusional dan memberi gelar raja kepada dirinya sendiri. Meskipun Konstitusi 2002 itu memuat ketentuan yang menjamin hak-hak sipil warga Bahrain tanpa diskriminasi berdasarkan agama atau jenis kelamin, tapi konstitusi tersebut tidak banyak membantu memajukan reformasi politik, karena masih menciptakan parlemen yang lemah dan menyerahkan kewenangan pemerintahan di tangan raja dan keluarga kerajaan.

Hamad bin Isa bin Salman Al Khalifa sendiri lahir pada 28 Januari 1950 ini menempuh pendidikan di Inggris, yakni di The Leys School, Cambridge, dan kemudian Mons Officer Cadet School di Aldershot. Pada 1968, Hamad kembali ke Bahrain, dan berpartisipasi dalam pendirian Angkatan Pertahanan Bahrain dan menjabat sebagai kepalanya.

Hamad lalu menjadi menteri pertahanan ketika Bahrain mendeklarasikan kemerdekaannya pada 1971. Hamad menerima pelatihan militer di Amerika Serikat (AS) pada awal 1970-an.

Sebagai menteri pertahanan, ia mengawasi perluasan angkatan bersenjata Bahrain dan terutama terlibat dalam pembentukan angkatan udara Bahrain. Pada September 2020, Hamad menormalisasi hubungan Bahrain dengan Israel.

Negara ini menjadi negara Arab kedua yang melakukan normalisasi hubungan dengan Israel beberapa minggu setelah Uni Emirat Arab (UEA) menjadi yang pertama. Meski begitu, Hamad menegaskan kembali komitmennya terhadap solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina.

Keberadaan katedral ini tidak hanya menjadi tempat ibadah umat Katolik, tetapi juga mencerminkan upaya Bahrain memperkuat citra sebagai negara yang menghargai keragaman di kawasan Timur Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *