BANDA ACEH — Kota perbatasan Myanmar-Thailand, Myawaddy, kini menjadi pusat operasi penipuan daring berskala Internasional.
Kompleks bernama KK Park di kota tersebut diduga dibangun khusus sebagai basis kejahatan siber, termasuk perjudian ilegal dan penipuan finansial yang menyasar korban dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat.
Geng kriminal dan panglima perang yang beroperasi di zona perbatasan Myanmar-Thailand yang mengendalikan industri haram ini.
Mereka mempekerjakan secara paksa ratusan orang dan ditahan di kompleks tersebut untuk menjalankan aksi penipuan, seperti pengelabuan investasi, pencurian data, hingga pemerasan daring.
Beberapa orang menjadi sukarelawan untuk bekerja di kompleks tersebut. Namun, banyak yang tergiur dengan iming-iming pekerjaan dengan gaji tinggi.
“Miliaran dolar diinvestasikan dalam bisnis semacam ini,” kata Kannavee Suebsang, seorang anggota parlemen Thailand yang memimpin upaya negaranya membebaskan mereka yang ditahan di pusat penipuan.
“Mereka [sindikat penipuan] tidak akan berhenti,” katanya lagi.
Pakar mengatakan dunia penipuan bawah tanah itu tangkas dan profesional. Mereka bisa dengan cepat memperluas jaringan operasi melalui internet untuk menyasar korban dengan demografi baru.
Sindikat-sindikat tersebut mengadopsi mata uang kripto dan berinvestasi dalam pengembangan teknologi mutakhir untuk memindahkan uang dengan lebih cepat, serta membuat praktik penipuan menjadi lebih efektif.
Bahkan, kelompok kriminal ini menggunakan kecerdasan buatan atau AI untuk menulis skrip penipuan, serta teknologi deepfake yang semakin realistis untuk menciptakan persona, berpura-pura sebagai kekasih, dan menutupi identitas, suara, dan jenis kelamin mereka.
“Pada dasarnya, ini adalah situasi yang belum pernah dihadapi kawasan ini sebelumnya,” kata John Wojcik, seorang analis kejahatan terorganisasi di Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan.
Skala masalah ini terlalu besar untuk ditangani oleh satu pemerintah atau lembaga. Para ahli mengatakan diperlukan respons secara global.
Sumber CNN