Kapal Canggih ‘Mata-Mata’ China Beroperasi Dekat RI, Ada Apa?

banner 120x600

BANDA ACEH — Sebuah kapal riset berteknologi tinggi asal China dilaporkan terpantau beroperasi di perairan lepas pantai Australia, negara sekutu Amerika Serikat di kawasan Pasifik Selatan. Kehadiran kapal tersebut memicu kekhawatiran sejumlah pihak atas dugaan aktivitas intelijen, meskipun Beijing menegaskan kegiatannya “sesuai hukum internasional”.

Menurut laporan Newsweek, kapal tersebut terdeteksi dalam beberapa pekan terakhir di zona ekonomi eksklusif Australia. Kementerian Luar Negeri China membantah tuduhan mata-mata dan menyatakan bahwa kapal riset tersebut hanya menjalankan “aktivitas normal” di laut lepas.

Go Atjeh Go Atjeh Go Atjeh

Kehadiran kapal Intelijen China ini terjadi kurang dari sebulan setelah Angkatan Laut China menyelesaikan misi pelayaran keliling Australia pada Maret 2025. Saat itu, armada tiga kapal perang negara tersebut melintas dari pesisir timur hingga barat Australia melalui perairan selatan, yang dianggap sejumlah analis sebagai bentuk peningkatan postur militer Beijing di kawasan.

Penelitian China yang memiliki dua tujuan, yang berpotensi untuk pengembangan militer, telah menimbulkan kekhawatiran di AS karena persaingan geopolitik antara kedua negara semakin ketat. Beijing sebelumnya mengklaim bahwa penelitian ilmiahnya ditujukan untuk tujuan damai.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengonfirmasi keberadaan kapal China tersebut. Meskipun ia menyatakan situasinya mirip dengan kapal-kapal Australia di Laut China Selatan dan Selat Taiwan, ia menambahkan bahwa “Saya lebih suka jika kapal itu tidak ada di sana.”

Laut China Selatan dan Selat Taiwan berada di lepas pantai China. Beijing telah menyuarakan keberatan terhadap apa yang disebutnya “campur tangan eksternal” di dua wilayah yang diperebutkan tersebut.

Namun, Peter Dutton, pemimpin oposisi Australia, mengkritik Albanese pada Selasa karena lemah dalam hal keamanan nasional.

“Ada pengumpulan intelijen dan tentu saja, ada pemetaan kabel bawah laut,” katanya, mengacu pada aktivitas kapal China tersebut.[]

Sumber CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *