Aceh  

Pendamping Mualem harus mempertimbangkan dinamika politik dan kepentingan

Menurut Direktur Lembaga Emerate Development Reseach (LDR), Dr. Usman Lamreung (Foto Ist)
banner 120x600

Menurut Direktur Lembaga Emerate Development Reseach (LDR), Dr. Usman Lamreung kepada GoAtjeh.com, Sabtu (03/08/2024) mengatakan hingga sampai saat ini baru partai politik yang sudah pasti mengusung calon gubernur adalah Partai Aceh (PA) dengan kandidat tunggal Muzakir Manaf atau sapaan Mualem sebagai calon Gubernur Aceh.

Go Atjeh Go Atjeh Go Atjeh

PA sudah jauh-jauh hari mendeklarasikan Mualem sebagai calon Gubernur Aceh, namun hingga saat ini Mualem belum ada pendamping bakal calon Wagub, ungkap Usman Lamreung.

Bakal Calon Gubernur Aceh 2025/2030 Muzakir Manaf. (Foto Ist)

 

Menurut pengamat kebijakan publik itu, Partai Aceh sudah membuka penjaringan calon wakil Gubernur, dan uji kelayakan, penyampaian visi, diuji oleh panelis Indenpenden.

Menurut Pengamat Kebijakan Publik itu, Partai Aceh pada Pilkada tahun 2024 ini melakukan transformasi internal luarbiasa dengan melakukan penjaringan dan seleksi para calon kepala daerah secara konvensi internal. ‘Ini adalah sebuah transformasi dan reformasi Partai Aceh dengan terbuka menjaring kader atau kalangan profesional untuk menjadi calon kepala daerah dan calon wakil gubernur”.

Kita sambut baik penjaringan dan seleksi bakal calon Wagub pendamping Mualem, Partai Aceh memperhitungan dengan berbagai pertimbangkan mencari sosok pendamping Mualem. Sepertinya Partai Aceh sangat hati-hati dalam menentukan siapa yang akan menjadi pendamping Mualem. Hingga Partai Aceh membuka penjaringan terbuka bagi partai politik lain mendaftar ke Partai Aceh sebagai pendamping Mualem, lanjut Dosen Senior salah satu PT terkenal di Aceh

Setelah seleksi administrasi dan penyampaian visi bakal calon Wagub, sesuai rilis yang disampaikan partai Aceh bahwa ada 4 bakal calon yang sudah diuji yaitu Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak Sekretaris Jenderal Partai PA, Ketua Partai Demokrat Aceh, Muslim; Dr. Mufakkir Muhammad dan; Prof Adjunct Dr Marniati MKes.
Menurut Usman Lamreung, ke 4 bakal calon Wagub tersebut semua punya potensi mendampingi Mualem, dua politis dan dua dari akademisi. Menentukan pilihan terbaik diantara 4 bakal calon Wagub bukanlah mudah, harus benar-benar menguntungkan secara politik dan juga popularitas.

Dua nama yang mulai dibicarakan publik Aceh saat ini yaitu Aburazak internal Partai Aceh dan Muslem Ketua Demokrat Aceh yang digadang-gadang sebagai pendamping Mualem, ungkap Direktur Lembaga EDR itu

Secara politik Mualem harus membangun koalisi yang kuat dengan partai lain. Dan ini sudah dilakukan dengan keluarnya dukungan Parnas Gerindra dan Demokrat pencalonan Mualem sebagai Gubernur Aceh, ungkap Usman Lamreung

Atas dukungan ini sudah sangat menguntungkan Mualem secara politik, nah tentu ini bisa diperkuat lagi koalisi dengan mengambil kader bakal calon Wagub dari Partai Nasional bisa saja dari Ketua Demokrat Aceh Muslem yang sudah uji kelayakan beberapa waktu yang lalu, lanjutnya

Selanjutnya Aburazak dari internal Partai Aceh sudah melalui proses uji kelayakan, secara politik didukung sebagian kader partai, punya peluang yang sama dengan Muslem Ketua Partai Demokrat Aceh, namun sisi lemah adalah sangat berpengaruh pada koalisi, bisa saja koalisi yang sedang dirintis Mualem akan gagal. Maka sepertinya Mualem saat ini dalam memilih bakal calon Wagub harus mempertimbangkan berbagai dinamika politik dan kepentingan politik, analisa Usman Lamreung.

 

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *